membagi kasih sebagai sebuah impian
rupanya bukan hal yg mudah
bahkan bisa jd tidak menyenangkan //
suatu malam aku ditegur seseorang
dia mengatakan bahwa aku mungkin tidak akan mampu
mengubah segalanya sesuai apa yang kuinginkan/
dengan menjadi orang yang bermimpi,
untuk membagi kasih memang sangat sulit
begitu juga untuk melepasnya dari kehidupan
karena hidup memerlukannya
meski lebih sering menentangnya//
tapi ada hal yang menarik ternyata kuterima
bahwa tegurannya seolah menantangku
bukan untuk segera mencapai impian
bukan juga untuk menjadikan aku manusia super/
namun tantangan tersebut adalah
menjadi orang yang setia terhadap impian//
# IMPIAN YANG BAIK SUDAH DIBENTUK JALANNYA
OLEH YANG MAHA BAIK,
BAHKAN SEBELUM IDE MENJADIKAN IMPIAN
MERASUKI JIWA SESEORANG,
dan AKAN SEGERA TERWUJUD
BERSAMA KEINTIMAN yang DIJALIN
dengan IMPIAN SANG MAHA BAIK #
Jumat, 22 Februari 2008
Rabu, 20 Februari 2008
Jawaban Untuk Seorang Teman (1)
mengapa aku bekerja seperti ini teman?
inilah jawabku untukmu ....
aku menantikan hidup yang indah dimasa depanku
yang tak mungkin kugapai dengan
meniduri kenyamananku
dan bersembunyi dipelukan ibuku
Aku akan belajar dari pukulan ayahku
dan menghormatinya sebagai
guru dan jalanku menuju kedewasaan
Hanya dengan pembelajaran inilah
aku akan makan hasil jerih payahku
dan bersyukur dari keringatku sendiri
bersama orang yang mencintaiku dan hidupku
inilah jawabku untukmu ....
aku menantikan hidup yang indah dimasa depanku
yang tak mungkin kugapai dengan
meniduri kenyamananku
dan bersembunyi dipelukan ibuku
Aku akan belajar dari pukulan ayahku
dan menghormatinya sebagai
guru dan jalanku menuju kedewasaan
Hanya dengan pembelajaran inilah
aku akan makan hasil jerih payahku
dan bersyukur dari keringatku sendiri
bersama orang yang mencintaiku dan hidupku
Selasa, 19 Februari 2008
"Maukah anda pulang?"
seorang pendeta yang kuhadiri kebaktiannya,
menyampaikan hal indah untuk telingaku
"saya ingin membangun rumah dan mengadopsi sebanyak mungkin anak,
saya ingin membawa mereka untuk kembali pulang."
itu penggalan kalimatnya yang kurang lebih dapat kuterjemahkan dengan keterbatasanku
aku merasa termotivasi dengan kalimat ini,
setidaknya, saat ini banyak pribadi yang takut/tidak bisa untuk kembali pulang
mungkinkah anda salah satunya?
apa masalah yang anda hadapi lebih besar dari kerinduan anda untuk pulang?
banyak pertanyaan yang bisa saya lontarkan untuk anda,
namun semuanya tidak lebih penting dari pertanyaan saya yang satu ini :
"maukah anda pulang?"
menyampaikan hal indah untuk telingaku
"saya ingin membangun rumah dan mengadopsi sebanyak mungkin anak,
saya ingin membawa mereka untuk kembali pulang."
itu penggalan kalimatnya yang kurang lebih dapat kuterjemahkan dengan keterbatasanku
aku merasa termotivasi dengan kalimat ini,
setidaknya, saat ini banyak pribadi yang takut/tidak bisa untuk kembali pulang
mungkinkah anda salah satunya?
apa masalah yang anda hadapi lebih besar dari kerinduan anda untuk pulang?
banyak pertanyaan yang bisa saya lontarkan untuk anda,
namun semuanya tidak lebih penting dari pertanyaan saya yang satu ini :
"maukah anda pulang?"
Senin, 18 Februari 2008
The Traumatic
aku punya teman yang sampai masa tuanya tidak lagi mengenal cinta
dia mengizinkan kisahnya untuk ditulis, meski namanya tidak
dia tak lagi mengenal cinta yang selalu mungkin bisa dibagikan padanya
setiap orang menilai kecantikan dan popularitasnya adalah kesombongan hidup yang dia tonjolkan.
namun siapa yang memahami hal ini,
semua hal yang membuatnya dinilai lebih dari wanita lain, adalah senjatanya yang mematikan
senjata yang akan menghancurkan hati setiap laki-laki yang mencintai
masa kecilnya adalah kekerasan dalam rumah tangga & cinta pertamanya adalah perselingkuhan,
dari hati yang mendua. Begitu dalamnya kepedihan itu membelenggu hidupnya,
sampai suatu saat dia bagikan hal ini padaku, supaya aku menilainya.
dan aku hanya mampu merasakan duka dalam jiwanya tanpa mampu bercampur tangan,
hingga saat ini, dia tetap mempesona setiap laki-laki
namun tetap menjauhkan diri dari cinta.
mungkin ada lebih banyak juga orang di luar sana yang meratapi hal ini,
dan aku hanya mampu menyaksikannya dari dalam hatiku.
sebenarnya, trauma itu tidak hadir begitu saja
itu sebabnya .... dia tidak hilang begitu saja.
hasrat terpendam
Aku meninggalkan kenangan dalam keterbatasanku
karena inginkan mereka berkembang,
tak hanya merangkak, tapi bangkit dan terbang
itu sebab aku melupakan keinginanku
dan larut dalam harapanku tuk mengasihi
sehingga aku menyisihkan kebahagiaan pribadiku
untuk bersama memeluk kelemahan mereka
dan menggandengnya untuk kembali
melangkah, berlari dan terbang
karena inginkan mereka berkembang,
tak hanya merangkak, tapi bangkit dan terbang
itu sebab aku melupakan keinginanku
dan larut dalam harapanku tuk mengasihi
sehingga aku menyisihkan kebahagiaan pribadiku
untuk bersama memeluk kelemahan mereka
dan menggandengnya untuk kembali
melangkah, berlari dan terbang
Langganan:
Postingan (Atom)