Senin, 18 Februari 2008

salah satunya aku

memandang seorang supir yang terengah-engah sambil meminta uang saku untuk perjalanan keluarnya, membuat aku terharu
teringat akan kisah hidupku dan keluargaku.
bapakku yang seorang dosen, berangkat mengajar dengan sebuah sepeda buntut
dan tiap hari aku selalu melihatnya terengah-engah
namun inilah perjuangan hidupnya, sehingga aku bisa menjadi seseorang saat ini dan pasti di saat yang akan datang.
seandainya suatu saat aku memiliki dan menikmati hidup yang berkelimpahan, aku ingin setiap orang yang terengah-engah dalam hidupnya berbangga hati,
karena setiap nafasnya yang berlarian, adalah hidup bagi orang-orang yang dikasihinya, yang adalah aku salah satunya.
dan berbagilah bersamaku disetiap keterengahanmu, karena aku salah satunya.

Tidak ada komentar: