Jumat, 22 Februari 2008

Ini bukan tujuan, Ini impian

membagi kasih sebagai sebuah impian
rupanya bukan hal yg mudah
bahkan bisa jd tidak menyenangkan //
suatu malam aku ditegur seseorang
dia mengatakan bahwa aku mungkin tidak akan mampu
mengubah segalanya sesuai apa yang kuinginkan/
dengan menjadi orang yang bermimpi,
untuk membagi kasih memang sangat sulit
begitu juga untuk melepasnya dari kehidupan
karena hidup memerlukannya
meski lebih sering menentangnya//
tapi ada hal yang menarik ternyata kuterima
bahwa tegurannya seolah menantangku
bukan untuk segera mencapai impian
bukan juga untuk menjadikan aku manusia super/
namun tantangan tersebut adalah
menjadi orang yang setia terhadap impian//
# IMPIAN YANG BAIK SUDAH DIBENTUK JALANNYA
OLEH YANG MAHA BAIK,

BAHKAN SEBELUM IDE MENJADIKAN IMPIAN
MERASUKI JIWA SESEORANG,
dan AKAN SEGERA TERWUJUD
BERSAMA KEINTIMAN yang DIJALIN
dengan IMPIAN SANG MAHA BAIK #

Rabu, 20 Februari 2008

Jawaban Untuk Seorang Teman (1)

mengapa aku bekerja seperti ini teman?
inilah jawabku untukmu ....
aku menantikan hidup yang indah dimasa depanku
yang tak mungkin kugapai dengan
meniduri kenyamananku
dan bersembunyi dipelukan ibuku
Aku akan belajar dari pukulan ayahku
dan menghormatinya sebagai
guru dan jalanku menuju kedewasaan
Hanya dengan pembelajaran inilah
aku akan makan hasil jerih payahku
dan bersyukur dari keringatku sendiri
bersama orang yang mencintaiku dan hidupku

Selasa, 19 Februari 2008

Kukemasi letihku saat tiba waktuku berpulang
disaat itulah aku akan berada di tempat yang tenang
jika aku jauh dari pencobaan dan berjalan di tempat yang terang

"Maukah anda pulang?"

seorang pendeta yang kuhadiri kebaktiannya,
menyampaikan hal indah untuk telingaku
"saya ingin membangun rumah dan mengadopsi sebanyak mungkin anak,
saya ingin membawa mereka untuk kembali pulang."
itu penggalan kalimatnya yang kurang lebih dapat kuterjemahkan dengan keterbatasanku
aku merasa termotivasi dengan kalimat ini,
setidaknya, saat ini banyak pribadi yang takut/tidak bisa untuk kembali pulang
mungkinkah anda salah satunya?
apa masalah yang anda hadapi lebih besar dari kerinduan anda untuk pulang?
banyak pertanyaan yang bisa saya lontarkan untuk anda,
namun semuanya tidak lebih penting dari pertanyaan saya yang satu ini :
"maukah anda pulang?"

Senin, 18 Februari 2008

Percintaan adalah gairah yang tersatukan
Persahabatan adalah hati yang dikuatkan
tapi,
dari semua hubungan didunia,
biarlah kasih yang mempersatukan
malaikat- malaikat dalam setiap hati dan jiwa
orang-orang yang percaya

The Traumatic

aku punya teman yang sampai masa tuanya tidak lagi mengenal cinta
dia mengizinkan kisahnya untuk ditulis, meski namanya tidak
dia tak lagi mengenal cinta yang selalu mungkin bisa dibagikan padanya
setiap orang menilai kecantikan dan popularitasnya adalah kesombongan hidup yang dia tonjolkan.
namun siapa yang memahami hal ini,
semua hal yang membuatnya dinilai lebih dari wanita lain, adalah senjatanya yang mematikan
senjata yang akan menghancurkan hati setiap laki-laki yang mencintai
masa kecilnya adalah kekerasan dalam rumah tangga & cinta pertamanya adalah perselingkuhan,
dari hati yang mendua. Begitu dalamnya kepedihan itu membelenggu hidupnya,
sampai suatu saat dia bagikan hal ini padaku, supaya aku menilainya.
dan aku hanya mampu merasakan duka dalam jiwanya tanpa mampu bercampur tangan,
hingga saat ini, dia tetap mempesona setiap laki-laki
namun tetap menjauhkan diri dari cinta.
mungkin ada lebih banyak juga orang di luar sana yang meratapi hal ini,
dan aku hanya mampu menyaksikannya dari dalam hatiku.
sebenarnya, trauma itu tidak hadir begitu saja
itu sebabnya .... dia tidak hilang begitu saja.

hasrat terpendam

Aku meninggalkan kenangan dalam keterbatasanku
karena inginkan mereka berkembang,
tak hanya merangkak, tapi bangkit dan terbang
itu sebab aku melupakan keinginanku
dan larut dalam harapanku tuk mengasihi
sehingga aku menyisihkan kebahagiaan pribadiku
untuk bersama memeluk kelemahan mereka
dan menggandengnya untuk kembali
melangkah, berlari dan terbang

salah satunya aku

memandang seorang supir yang terengah-engah sambil meminta uang saku untuk perjalanan keluarnya, membuat aku terharu
teringat akan kisah hidupku dan keluargaku.
bapakku yang seorang dosen, berangkat mengajar dengan sebuah sepeda buntut
dan tiap hari aku selalu melihatnya terengah-engah
namun inilah perjuangan hidupnya, sehingga aku bisa menjadi seseorang saat ini dan pasti di saat yang akan datang.
seandainya suatu saat aku memiliki dan menikmati hidup yang berkelimpahan, aku ingin setiap orang yang terengah-engah dalam hidupnya berbangga hati,
karena setiap nafasnya yang berlarian, adalah hidup bagi orang-orang yang dikasihinya, yang adalah aku salah satunya.
dan berbagilah bersamaku disetiap keterengahanmu, karena aku salah satunya.

Minggu, 17 Februari 2008

KARENA DOA

betapa berbahagianya kedua orang tuaku,
ya, kulihat itu dalam kebanggaan mereka disaat anak pertamanya ini mengenakan toga
aku lulus setelah tepat 4 tahun menjalani 'study' ku di kampus yang ketat dan menuntut setiap orang di dalam nya memberikan yang terbaik dari dirinya
namun ada yang mengganjal,
bagaimanapun juga, negara ini masih menghargai kemampuan dan daya jual pribadinya dari nilai akademik
sementara aku hanya punya IP yang pas-pasan (2,73) sangat minim untuk orang teknokimia nuklir diangkatanku
bapakku yang seorang dosen menyayangkan hal ini dan meragukan kemungkinanku untuk bekerja di tempat yang cukup baik
namun hal ini lah yang membedakan kami (aku dan bapakku) dari ibuku
hidupnya yang penuh iman memaksa ideologi dan kekerasan hati dari 2 laki2 di rumah kami runtuh.
suatu hari di bulan mei, bulan kelahiran dari kasih yang menjelma sebagai seorang ibu (ibu ku)
pada hari kamis yang mendung dan penuh keputus asaan setelah 6 bulan lamanya aku berkeliling jawa untuk medapatkan cukup sebuah pekerjaan,
aku memutuskan untuk menerima menjadi kuli disebuah perusahaan kacang temanku di pati.
ditawarkan gaji 20 rb seharinya, aku berniat berangkat di hari sabtu meninggalkan yogyakarta, kampung halamanku yang selalu kurindukan.
dibekali restu dari bapakku yang mendukungku dengan alasan sebagai modal pengalaman dan pengharapan jika ada koneksi yang membantu, aku berniat menegakkan kepalaku untuk bekerja lebih dekat dengan kekasihku yang seorang perawat di sebuah rumah sakit ternama di kudus.
aku mengantungi sebesar-besarnya rasa maluku dan berpamitan pada orang-orang terdekatku.
sahabat, teman dan saudara2 yang telah mendampingiku pun merelakan kepergianku dalam doa.
namun hari itu ibuku menunjukkan ke kuatan imannya.
dia tidak rela dan menangis dalam doanya. aku mendengar ungkapan kasih dan permohonan yang dia sampaikan pada Pujaannya.
dia berteriak dengan tegasnya dibalik kepedihannya bahwa jika Tuhan benar2 mengijinkanku bekerja, Tuhan yang selama ini keluarga ini agungkan Namanya tak akan berikan sesuatu yang seburuk itu untukku. ibuku berkata atas nama Orang Suci dan Raja dalam hidupnya bahwa pekerjaan itu akan datang tanpa aku duga.
aku menangis dalam hatiku dan melampiaskannya bersama setiap doa ibuku pada hari itu.
namun ideologi dan rasa pesimis yang menghantuiku dan ayahku membuatku tetap berusaha menerima kenyataan bahwa aku hanya akan menjadi seorang kuli
hingga keesokan harinya,
jumat pagi yang basah diguyur hujan rintik2, aku menerima telepon dari orang yang tak kukenal yang menawarkan padaku sebuah pekerjaan dengan gaji yang sangat berlipat ganda.
orang tersebut mendapatkan namaku, dan menghubungi ku tepat waktu ditengah perseteruan iman dan ideologi di dalam keluarga kami. aku menerimanya dan memberikan kabar bahagia ini pada keluargaku. dan inilah kemenangan doa yang ditunjukkan ibuku dari kasihnya yang lahir karena Imannya. inilah awal aku bekerja di kota yang bernama cikarang sampai desember 2007 kemarin Tuhan memberiku kesempatan untuk mendapatkan hal yang lebih luar biasa dan berpindah ke surabaya. inilah kemenangan yang diperjuangkan oleh doa



Patah Hati Untuk Sang Pujangga

Aku telah berbicara padamu

lemah dan lirih namun tulus

bersama semilir angin senja hari

dan di dalam keheningan malammu

jika kau peka ... pasti kau dengar

nada tinggiku berteriak

dan nada rendah ter isak

aku tidak menyanyikan lagu

tidak juga membacakan syair

karena yang ada hanya kejujuran

untuk menantikan harapan baru

untuk mengubur dalam-dalam rinduku

antara kau dan aku

antara masa depan, dan kenangan masa lalu



Karena akhirnya pun harus mengalah

membuktikan kasih dengan hal yang lemah

aku berhenti berharap,

agar langit dan bumi tinggal tetap

sebab inilah yang kau tuju

bahwa bintangmu, padamkan lenteraku

lahir kedunia

lahir dgn kondisi tubuh yg normal ternyata memiliki bny cerita
bahwa ibuku harus menanti sampai benar mencapai waktu yg ditentukan untuk melahirkan ku
aku adalah anak yg sangat diidam-idamkan
dan aku akan mjd bagian dr keluargaku, yg sederhana dan penuh kasih
24 tahun dalam bulan ini aku akan melihat tanggal lahirku yg ke enam kalinya
silakan menikmati setiap jalan hidup bersamaku
yang bermimpi dari setiap puisi dan melangkah dalam perjalanan hidup yang kulalui untuk berbagi motivasi.