Minggu, 17 Februari 2008

Patah Hati Untuk Sang Pujangga

Aku telah berbicara padamu

lemah dan lirih namun tulus

bersama semilir angin senja hari

dan di dalam keheningan malammu

jika kau peka ... pasti kau dengar

nada tinggiku berteriak

dan nada rendah ter isak

aku tidak menyanyikan lagu

tidak juga membacakan syair

karena yang ada hanya kejujuran

untuk menantikan harapan baru

untuk mengubur dalam-dalam rinduku

antara kau dan aku

antara masa depan, dan kenangan masa lalu



Karena akhirnya pun harus mengalah

membuktikan kasih dengan hal yang lemah

aku berhenti berharap,

agar langit dan bumi tinggal tetap

sebab inilah yang kau tuju

bahwa bintangmu, padamkan lenteraku

Tidak ada komentar: